Cat Mera Prabowo: Posisi Ketiga di PBB Jadi Pengakuan Dunia Presiden Prabowo Subianto menilai kesempatan berpidato pada sesi awal Sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) merupakan kehormatan besar. Tidak hanya menjadi pidato perdana di forum dunia, tetapi juga menandai babak baru sejarah diplomasi Indonesia di kancah internasional.
Pada sidang tahun ini, Prabowo mendapat giliran berpidato di urutan ketiga. Ia berbicara setelah Presiden Brasil Luiz Inácio Lula da Silva dan Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Posisi tersebut dinilai istimewa karena Brasil selalu membuka sidang sejak 1955, disusul Amerika Serikat sebagai tuan rumah.
“Ini suatu kehormatan, saya bisa bicara di urutan terhormat. Setelah Brasil dan Amerika, baru kesempatan untuk Indonesia,” ujar Prabowo di New York, Rabu (24/9/2025).
Urutan ketiga ini menjadi yang paling awal dalam sejarah pidato Indonesia di Sidang Umum PBB. Sebelumnya, Presiden Soekarno pernah mendapat giliran ke-46, Presiden Soeharto ke-61, dan Presiden Megawati Soekarnoputri ke-17. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) tercatat berpidato tiga kali dengan urutan 20, 21, dan 16. Sementara Presiden Joko Widodo dua kali berpidato secara daring, keduanya di urutan ke-16.
Prabowo menegaskan bahwa posisi ini mencerminkan penghormatan dunia terhadap Indonesia. “Saya kira mereka menghormati Indonesia, menghargai Indonesia,” ucapnya. Kehadiran langsung Prabowo di podium PBB sekaligus mengakhiri absennya kepala negara Indonesia selama satu dekade terakhir.
Sebelumnya, Presiden Jokowi hanya berpidato secara virtual saat pandemi Covid-19, sementara keterwakilan Indonesia di forum PBB diisi wakil presiden dan pejabat menteri. Dengan tampil langsung, Prabowo menegaskan kembali komitmen Indonesia untuk aktif dalam isu global, memperjuangkan perdamaian, serta memperkuat posisi diplomasi di dunia.
Prabowo: Posisi Ketiga di PBB Jadi Pengakuan Dunia
Presiden Prabowo Subianto menghadiri jamuan makan malam istimewa dari Perdana Menteri (PM) Kanada, Mark Carney, di Ottawa. Acara berlangsung di Fred and Elizabeth Fountain Garden Court, National Gallery of Canada, pada Rabu (24/9/2025) malam waktu setempat. Jamuan ini menjadi bagian penting dari rangkaian kunjungan resmi Prabowo ke Kanada untuk memperkuat hubungan strategis kedua negara.
Setibanya di lokasi, Presiden Prabowo disambut hangat oleh PM Carney. Kehadiran langsung pemimpin Kanada itu mencerminkan penghormatan sekaligus simbol eratnya hubungan bilateral Indonesia–Kanada. Sebelum makan malam dimulai, Carney mengajak Prabowo berkeliling galeri nasional. Ia menjelaskan sejumlah koleksi seni dan pameran yang menjadi kebanggaan rakyat Kanada, termasuk karya yang menampilkan sejarah dan identitas budaya bangsa.
Suasana pertemuan keduanya berlangsung akrab dan penuh kehangatan. Dalam perbincangan santai, Prabowo dan Carney bertukar pandangan mengenai seni, sejarah, serta nilai budaya. Canda ringan yang sesekali terlontar menambah suasana hangat, memperlihatkan kedekatan personal antara kedua pemimpin. Jamuan makan malam itu juga dihadiri pejabat tinggi Kanada serta tokoh penting dari berbagai kalangan.
Bagi Presiden Prabowo, jamuan ini menjadi momentum strategis untuk membangun komunikasi lebih erat dengan Kanada. Tidak hanya melalui forum formal, tetapi juga lewat interaksi personal yang lebih bersahabat. Acara tersebut menegaskan tekad kedua negara untuk memperkuat kerja sama di berbagai bidang, baik ekonomi, budaya, maupun politik.