catmera, Jakarta – Ketua Umum DPP Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Kaesang Pangarep, melanjutkan rangkaian Safari Ramadan dengan mengunjungi pimpinan Pondok Pesantren Miftahul Ulum, KH Muhiddin Ishaq, di Cipete, Jakarta Selatan, Jumat (27/2/2026) malam.
Kaesang tiba sekitar pukul 20.45 WIB. Dia langsung disambut oleh KH Muhiddin Ishaq, yang juga menjabat sebagai Rais Syuriah PWNU DKI Jakarta. Selain itu, hadir jajaran pengurus PWNU DKI Jakarta, tokoh masyarakat, dan tokoh agama setempat.
baca juga: Ketua Komisi XI DPR Klarifikasi Polemik Anggaran MBG
Dialog Hangat Bersama Pimpinan Pesantren
Dalam pertemuan tersebut, Kaesang menyampaikan apresiasi atas nasihat dan masukan dari pimpinan pondok pesantren.
“Sekali lagi kami dari PSI mengucapkan terima kasih atas segala nasihat dan masukan. Izin, Pak Kyai, mungkin nanti kami bakal sering ke sini untuk minta nasihat lagi,” ujar Kaesang di hadapan KH Muhiddin Ishaq.
Selain itu, Kaesang berbincang santai dengan para pengurus pesantren. Dia membahas perkembangan pendidikan pesantren dan peran ulama dalam membimbing generasi muda. Suasana berlangsung hangat dan penuh kekeluargaan.
Safari Ramadan: Momentum Pererat Hubungan dengan Ulama
Setelah bertemu pimpinan pesantren, Kaesang berinteraksi dengan ratusan santri. Interaksi ini berlangsung santai dan interaktif. Bahkan, Kaesang memberikan pertanyaan dan kuis ringan kepada para santri. Mereka merespons dengan antusias.
Safari Ramadan bukan kegiatan tunggal. Program ini dilaksanakan serentak oleh PSI di berbagai daerah. Mulai dari tingkat DPW, DPD, hingga DPP, seluruh jajaran PSI mengunjungi pondok pesantren di seluruh Indonesia.
Ketua Harian DPP PSI, Ahmad Ali, menegaskan bahwa Safari Ramadan menjadi momentum penting untuk mempererat hubungan partai dengan kalangan pesantren.
“Kami melakukannya sebagai wujud penghormatan kepada para guru, kyai, dan ulama yang selama ini menjadi penjaga nilai-nilai moral bangsa,” kata Ahmad Ali.
Penguatan Nilai Moral dan Sosial
Selain itu, Ahmad Ali menambahkan bahwa Safari Ramadan menjadi sarana menegaskan komitmen PSI terhadap nilai moral, pendidikan, dan keberlanjutan dakwah pesantren. Partai berupaya mendukung pesantren agar tetap berperan aktif dalam mendidik generasi muda.
“Selain bersilaturahmi, kegiatan ini memberi kesempatan bagi kader PSI untuk belajar langsung dari para ulama. Dengan demikian, program-program partai dapat selaras dengan aspirasi masyarakat dan nilai-nilai Islam moderat,” jelas Ahmad Ali.
Selain Jakarta, Safari Ramadan PSI telah dilaksanakan di beberapa kota besar, termasuk Surabaya, Bandung, dan Makassar. Setiap kunjungan diisi dengan dialog, doa bersama, dan pembagian santunan kepada santri sebagai bentuk kepedulian sosial.
Partai dan Pesantren: Kolaborasi untuk Bangsa
Program ini menunjukkan strategi PSI untuk membangun hubungan harmonis dengan lembaga pendidikan keagamaan. Kunjungan ke pesantren diharapkan menumbuhkan kepercayaan masyarakat, khususnya kalangan pesantren, terhadap partai.
Selain itu, Kaesang menekankan bahwa silaturahmi dengan pesantren menjadi sarana mendengar aspirasi masyarakat secara langsung. Hal ini penting untuk merumuskan program partai yang lebih tepat sasaran.
“Safari Ramadan bukan sekadar kegiatan seremonial. Kami ingin belajar, menyerap masukan, dan membangun kerja sama dengan para kyai serta pengurus pesantren. Dengan demikian, kita bisa berkontribusi pada masa depan bangsa yang lebih baik,” ucap Kaesang.
Dengan kegiatan ini, PSI menunjukkan komitmen serius memperkuat hubungan dengan kalangan pesantren, menjaga nilai-nilai moral, dan berkontribusi dalam pendidikan generasi muda. Safari Ramadan menjadi simbol nyata bahwa partai hadir dekat dengan masyarakat, sambil tetap menekankan pesan moral dan sosial yang relevan dengan ajaran Islam moderat.akat, sambil tetap menekankan pesan moral dan sosial yang relevan dengan ajaran Islam moderat.
baca juga: Duta Wisata Abdya Nilai Satu Tahun Kepemimpinan Berpihak pada UMKM dan Pemuda