Ketum Golkar Minta Kader Perkuat Persatuan di Dinamika Politik

Ketum Golkar Minta Kader Perkuat Persatuan di Dinamika Politik

Jakartacatmera Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia mengingatkan kembali tujuan utama pendirian Partai Golkar kepada seluruh kader.
Ia menegaskan bahwa Golkar sejak awal dibentuk untuk menjaga ideologi bangsa Indonesia.
Penegasan itu disampaikan Bahlil saat membuka kegiatan Training of Trainers (ToT) Sosialisasi Empat Pilar MPR RI.
Kegiatan tersebut diikuti seluruh anggota MPR dan DPR RI dari Fraksi Partai Golkar.
Acara digelar di Kantor DPP Partai Golkar, Jakarta, Sabtu (7/2/2026).

Dalam sambutannya, Bahlil menekankan pentingnya peran partai politik dalam menjaga nilai kebangsaan.
Ia menilai partai tidak hanya berfungsi sebagai alat politik elektoral.
Partai juga memiliki tanggung jawab ideologis kepada bangsa dan negara.
Menurutnya, Golkar memiliki sejarah panjang dalam perjalanan politik Indonesia.

Bahlil mengingatkan bahwa Pancasila adalah fondasi utama kehidupan berbangsa.
Nilai tersebut, kata dia, harus terus dijaga dan diwariskan.
Ia meminta kader Golkar tidak melupakan akar ideologis partai.
Hal ini dinilai penting di tengah dinamika politik nasional yang terus berubah.

baca juga: Kebijakan Energi Indonesia Dorong Percepatan Transisi Bersih

Golkar dan Komitmen Menjaga Kebinekaan

Bahlil menyebut kebinekaan sebagai aset terbesar bangsa Indonesia.
Ia menilai keberagaman bukan kelemahan, melainkan kekuatan nasional.
Menurutnya, Golkar memiliki tanggung jawab moral menjaga keberagaman tersebut.
Hal ini sejalan dengan nilai dasar Pancasila dan semangat Bhinneka Tunggal Ika.

“Golkar didirikan untuk mempertahankan ideologi Pancasila dan menjaga kebinekaan,” kata Bahlil.

Ia menjelaskan bahwa Indonesia merupakan negara dengan tingkat keberagaman tinggi.
Indonesia memiliki lebih dari 17.000 pulau yang tersebar di berbagai wilayah.
Bangsa ini juga dihuni lebih dari 1.400 suku dengan ratusan bahasa daerah.
Menurut Bahlil, kondisi tersebut membutuhkan kesadaran kolektif yang kuat.

Ia menilai persatuan bangsa tidak lahir secara alami.
Persatuan terbentuk melalui proses sejarah yang panjang dan penuh pengorbanan.
Karena itu, Bahlil meminta kader Golkar memahami konteks kebangsaan secara utuh.
Pemahaman tersebut dinilai penting dalam menjalankan peran politik di masyarakat.

Menengok Sejarah Kebangkitan Nasional dan Sumpah Pemuda

Dalam pidatonya, Bahlil mengajak kader Golkar menengok sejarah bangsa.
Ia menyinggung Kebangkitan Nasional 1908 sebagai awal kesadaran berbangsa.
Peristiwa tersebut dinilai menjadi fondasi lahirnya identitas nasional Indonesia.
Kesadaran itu kemudian diperkuat melalui Sumpah Pemuda 1928.

Menurut Bahlil, Sumpah Pemuda merupakan tonggak penting persatuan nasional.
Para pemuda kala itu sepakat melebur perbedaan kedaerahan.
Mereka menyatukan tekad dalam satu bangsa, satu bahasa, dan satu tanah air.
Kesepakatan tersebut dinilai sebagai langkah besar menuju kemerdekaan.

“Kesadaran berbangsa itu adalah mukjizat dari kebesaran jiwa para pendahulu,” ujar Bahlil.

Ia menilai semangat Sumpah Pemuda masih relevan hingga saat ini.
Menurutnya, persatuan hanya bisa terjaga jika perbedaan tidak dipertajam.
Elite politik diminta meneladani sikap para pendahulu bangsa.
Hal ini dinilai penting untuk menjaga stabilitas nasional.

Peringatan Bahlil soal Isu Kedaerahan

Bahlil juga menyampaikan peringatan tegas terkait isu kedaerahan.
Ia menilai perdebatan asal-usul daerah tidak relevan di era modern.
Menurutnya, isu tersebut justru berpotensi memecah belah bangsa.
Ia meminta semua pihak lebih fokus pada persamaan.

“Kalau hari ini masih memperdebatkan satu dari NTT, Sulawesi, Aceh, atau Papua, tunggu saja perpecahan,” kata Bahlil.

Ia menegaskan bahwa fondasi Bhinneka Tunggal Ika sudah final.
Prinsip tersebut, kata dia, tidak perlu diperdebatkan kembali.
Bahlil menilai bangsa Indonesia seharusnya fokus pada pembangunan.
Perdebatan identitas dinilai hanya menghambat kemajuan.

Menurut Bahlil, elite politik memiliki peran besar dalam membentuk opini publik.
Narasi yang disampaikan elite akan berpengaruh pada masyarakat luas.
Karena itu, kader Golkar diminta berhati-hati dalam menyampaikan sikap politik.
Pesan persatuan harus dikedepankan dalam setiap kesempatan.

Pentingnya Sosialisasi Empat Pilar MPR RI

Bahlil menilai Sosialisasi Empat Pilar MPR RI sangat relevan saat ini.
Empat Pilar terdiri dari Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika.
Nilai-nilai tersebut menjadi dasar kehidupan berbangsa dan bernegara.
Melalui kegiatan ToT, kader diharapkan memahami substansi Empat Pilar.

Ia berharap kader Golkar dapat menjadi agen sosialisasi di daerah masing-masing.
Pemahaman ideologi dinilai harus ditanamkan secara berkelanjutan.
Bahlil menilai pendidikan politik tidak boleh berhenti di tingkat pusat.
Pendekatan berjenjang dinilai efektif menjangkau masyarakat luas.

Penutup: Pesan Golkar untuk Persatuan Bangsa

Di akhir sambutannya, Bahlil menegaskan arah politik Golkar ke depan.
Ia meminta kader menjadikan persatuan sebagai prioritas utama.
Golkar, kata dia, harus tampil sebagai partai pemersatu bangsa.
Komitmen ideologis dinilai menjadi kunci keberlanjutan partai.

Bahlil berharap kader Golkar mampu menjaga kepercayaan publik.
Ia menilai konsistensi sikap kebangsaan akan memperkuat posisi partai.
Di tengah tantangan nasional, persatuan dinilai sebagai modal utama.
Pesan ini sekaligus menjadi refleksi peran strategis partai politik di Indonesia.

baca juga: Kesan dari program komentar seni dan politik ‘Jalan Musim Semi Vietnam 2026 – Konvergensi’