catmera, Anggota Komisi I DPR RI Bambang Heri Purnama mengusulkan agar Pangkalan TNI Angkatan Laut (Lanal) Banjarmasin yang saat ini berstatus tipe B ditingkatkan menjadi tipe A. Usulan ini muncul seiring meningkatnya peran strategis Kalimantan Selatan sebagai wilayah penopang Ibu Kota Nusantara (IKN) yang tengah berkembang pesat.
Langkah ini dinilai bukan sekadar peningkatan administratif, melainkan bagian dari strategi besar untuk memperkuat pertahanan nasional di kawasan yang kini menjadi pusat perhatian pembangunan Indonesia. Dengan posisi geografis yang penting, Kalimantan Selatan memiliki peran vital dalam menjaga stabilitas keamanan, khususnya di wilayah perairan.
baca juga: TNI Beri KPLB untuk Prajurit Berprestasi di Kancah Internasional
Latar Belakang dan Urgensi Usulan
Menurut Bambang, dinamika wilayah Kalimantan Selatan mengalami perubahan signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Selain menjadi jalur distribusi logistik, wilayah ini juga berfungsi sebagai penyangga utama aktivitas ekonomi dan pemerintahan yang berkaitan dengan pembangunan IKN.
Oleh karena itu, peningkatan status Lanal Banjarmasin dianggap sebagai langkah strategis untuk menyesuaikan kapasitas pertahanan dengan kebutuhan yang semakin kompleks. Ia menegaskan bahwa usulan tersebut telah disampaikan langsung kepada pimpinan TNI Angkatan Laut dan mendapatkan respons positif.
Selain itu, perubahan lanskap geopolitik dan meningkatnya aktivitas maritim di kawasan Kalimantan juga menjadi faktor penting. Dengan meningkatnya lalu lintas kapal, baik untuk perdagangan maupun kepentingan lainnya, pengawasan wilayah laut menjadi semakin krusial.
Persyaratan dan Pembangunan Infrastruktur
Untuk dapat naik status menjadi tipe A, Lanal Banjarmasin harus memenuhi sejumlah persyaratan, salah satunya adalah memiliki dermaga sendiri yang sesuai dengan standar operasional TNI AL. Dermaga ini direncanakan akan dibangun di perairan Sungai Barito.
Pembangunan dermaga tersebut menjadi elemen kunci karena akan mendukung operasional kapal perang, logistik militer, serta kegiatan pengamanan wilayah. Bambang menyatakan komitmennya untuk mendukung penuh pembangunan fasilitas ini.
Selain dermaga, peningkatan status juga membutuhkan penambahan sarana dan prasarana lain, seperti fasilitas perawatan kapal, sistem komunikasi modern, serta peningkatan jumlah personel. Semua ini bertujuan untuk memastikan bahwa Lanal Banjarmasin mampu menjalankan fungsi pertahanan secara optimal.
Nilai Historis dan Kebanggaan Daerah
Banjarmasin memiliki sejarah panjang dalam perjuangan bangsa Indonesia, khususnya dalam bidang kemiliteran. Kota ini dikenal sebagai “kota seribu sungai” yang memiliki karakteristik geografis unik dan strategis.
Bambang juga menyinggung sosok Hasan Basry, pahlawan nasional asal Kalimantan Selatan yang memiliki peran penting dalam sejarah perjuangan Indonesia. Nama beliau bahkan diabadikan dalam kapal perang KRI Hasan Basry.
Dengan latar belakang sejarah tersebut, peningkatan status Lanal Banjarmasin tidak hanya memiliki nilai strategis, tetapi juga simbolis. Hal ini menjadi bentuk penghargaan terhadap kontribusi daerah dalam menjaga kedaulatan negara.
Sinkronisasi dengan Institusi Keamanan Lain
Saat ini, beberapa institusi keamanan di Kalimantan Selatan telah memiliki status yang lebih tinggi. Kepolisian daerah setempat, misalnya, sudah berstatus tipe A dan dipimpin oleh perwira tinggi berpangkat jenderal bintang dua.
Selain itu, Korem 101/Antasari juga dipimpin oleh perwira berpangkat jenderal bintang satu. Dalam konteks ini, peningkatan status Lanal Banjarmasin menjadi tipe A dinilai penting untuk menciptakan keseimbangan dan sinergi antarinstansi.
Dengan struktur kepemimpinan yang setara, koordinasi dalam menjaga keamanan wilayah diharapkan menjadi lebih efektif. Hal ini sangat penting mengingat kompleksitas tantangan keamanan di era modern.
Dukungan dari TNI Angkatan Laut
Komandan Lanal Banjarmasin Letkol Laut (P) Galih Nurna Putra menyampaikan dukungannya terhadap usulan tersebut. Ia mengapresiasi langkah Komisi I DPR RI yang mendorong peningkatan kapasitas Lanal.
Menurutnya, pihak Lanal siap untuk menjalankan tanggung jawab yang lebih besar jika statusnya ditingkatkan. Namun demikian, keputusan akhir tetap berada di tangan pimpinan TNI dan pemerintah pusat, termasuk Kementerian Pertahanan.
Dukungan dari berbagai pihak ini menunjukkan bahwa usulan tersebut memiliki dasar yang kuat, baik dari sisi kebutuhan operasional maupun kebijakan strategis nasional.
Dampak terhadap Pertahanan dan Ekonomi
Jika terealisasi, peningkatan status Lanal Banjarmasin akan memberikan dampak signifikan terhadap sistem pertahanan nasional. Dengan fasilitas yang lebih lengkap dan sumber daya yang lebih besar, kemampuan pengawasan dan respons terhadap ancaman akan meningkat.
Selain itu, keberadaan Lanal tipe A juga berpotensi mendorong pertumbuhan ekonomi di wilayah sekitar. Aktivitas maritim yang lebih terorganisir akan meningkatkan efisiensi distribusi logistik dan membuka peluang investasi baru.
Tidak hanya itu, peningkatan ini juga dapat menciptakan lapangan kerja serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat lokal. Dengan kata lain, dampaknya tidak hanya dirasakan di sektor pertahanan, tetapi juga ekonomi dan sosial.
Penutup
Usulan Komisi I DPR peningkatan status Lanal Banjarmasin menjadi tipe A merupakan langkah strategis yang mencerminkan kebutuhan akan penguatan pertahanan di tengah perubahan geopolitik dan pembangunan nasional. Dengan posisi Kalimantan Selatan sebagai penopang Ibu Kota Nusantara, langkah ini menjadi semakin relevan.
Dukungan dari DPR, TNI AL, serta kesiapan daerah menjadi modal penting untuk mewujudkan rencana ini. Ke depan, diharapkan proses persetujuan dapat berjalan lancar sehingga Lanal Banjarmasin dapat segera bertransformasi menjadi pangkalan yang lebih kuat dan modern.
Dengan demikian, Indonesia tidak hanya memperkuat pertahanan wilayahnya, tetapi juga memastikan stabilitas dan keamanan yang berkelanjutan di kawasan strategis nasional.
baca juga: Seskab Bazar Rakyat Dorong Pemulihan Ekonomi UMKM