catmera, Jakarta – Ketua Komisi XI DPR, Mukhamad Misbakhun, mengajak masyarakat untuk mendukung program Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) dan Makan Bergizi Gratis (MBG). Menurutnya, kedua program tersebut menjadi bagian penting dari strategi pemerintah dalam memperkuat ekonomi dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia.
Ajakan itu disampaikan setelah Misbakhun melakukan kegiatan serap aspirasi di tiga lokasi di Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, pada Sabtu, 28 Februari 2026. Dalam kesempatan tersebut, ia menekankan pentingnya peran masyarakat dalam menyukseskan program prioritas nasional.
baca juga: Kaesang Bakal Rajin Minta Nasihat Ulama Saat Kunjungi Ponpes
Koperasi Desa sebagai Penggerak Ekonomi
Menurut Misbakhun, program Koperasi Desa Merah Putih diharapkan menjadi pusat aktivitas ekonomi di tingkat desa. Dengan adanya koperasi, perputaran ekonomi dapat terjadi secara mandiri dan berkelanjutan.
Selain itu, ia menjelaskan bahwa berbagai kebutuhan masyarakat dapat dipenuhi melalui koperasi. Misalnya, kebutuhan pokok, sarana produksi pertanian, hingga produk UMKM dapat dikelola secara lokal. Dengan demikian, masyarakat desa tidak perlu bergantung sepenuhnya pada pasar luar.
Lebih lanjut, Misbakhun menilai kondisi ekonomi global saat ini sedang menghadapi tekanan. Dinamika geopolitik internasional turut memengaruhi stabilitas ekonomi nasional. Oleh karena itu, pemerintah perlu memperkuat fondasi ekonomi dari tingkat bawah, yaitu desa.
Ia menyebut, Presiden Prabowo Subianto berupaya menjaga stabilitas ekonomi nasional melalui berbagai kebijakan. Salah satunya adalah mendorong penguatan ekonomi desa melalui koperasi.
“Jika ekonomi desa bergerak, maka pertumbuhan ekonomi nasional juga akan terdorong,” ujar Misbakhun.
Selain itu, koperasi dinilai mampu menciptakan lapangan kerja baru. Hal ini penting untuk mengurangi ketimpangan ekonomi antara desa dan kota. Dengan adanya aktivitas ekonomi yang kuat di desa, urbanisasi dapat ditekan.
Program MBG untuk Generasi Masa Depan
Di sisi lain, Misbakhun juga menyoroti pentingnya program Makan Bergizi Gratis. Program ini bertujuan meningkatkan kualitas gizi masyarakat, terutama bagi generasi muda.
Menurutnya, kualitas sumber daya manusia menjadi kunci utama dalam persaingan global. Oleh karena itu, pemenuhan gizi yang baik harus menjadi prioritas.
Ia menegaskan bahwa generasi masa depan Indonesia harus memiliki kondisi fisik dan mental yang optimal. Dengan gizi yang cukup, anak-anak Indonesia diharapkan mampu bersaing dengan negara lain.
Selain itu, program MBG juga dinilai sebagai investasi jangka panjang. Meskipun membutuhkan anggaran besar, manfaatnya akan dirasakan dalam jangka waktu panjang.
“Ini adalah investasi untuk masa depan bangsa. Kita tidak boleh kalah dalam menyiapkan generasi penerus,” katanya.
Namun demikian, Misbakhun mengakui bahwa program tersebut masih memiliki tantangan dalam implementasi. Hal ini wajar karena program masih tergolong baru.
Meski begitu, ia mengingatkan agar kritik yang disampaikan bersifat konstruktif. Dengan demikian, program dapat terus diperbaiki tanpa menghilangkan tujuan utamanya.
Bantah Isu Pengurangan Anggaran Pendidikan
Misbakhun juga menanggapi kritik yang menyebut program MBG mengurangi anggaran pendidikan. Ia menegaskan bahwa anggapan tersebut tidak benar.
Ia menilai setiap warga negara memiliki hak yang sama untuk mendapatkan pendidikan. Pemerintah, menurutnya, tetap berkomitmen menjaga kualitas pendidikan nasional.
Selain itu, program MBG justru mendukung proses pendidikan. Anak-anak yang memiliki gizi baik akan lebih siap dalam mengikuti kegiatan belajar. Dengan demikian, pendidikan dan gizi saling melengkapi.
Dukungan Partai Golkar
Dalam kesempatan tersebut, Misbakhun juga menyampaikan komitmen Partai Golkar dalam mendukung program pemerintah. Ia menyebut arahan dari Ketua Umum Bahlil Lahadalia menjadi landasan bagi seluruh kader partai.
Menurutnya, seluruh anggota Fraksi Partai Golkar DPR RI harus berada di garis depan dalam mendukung kebijakan pemerintah. Terutama, program-program yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Selain itu, ia juga menekankan pentingnya komunikasi dengan masyarakat. Oleh karena itu, kegiatan serap aspirasi menjadi sarana untuk menyampaikan program sekaligus mendengar masukan dari warga.
Pentingnya Dialog dengan Masyarakat
Dalam setiap kunjungan, Misbakhun menggelar dialog interaktif dengan masyarakat. Tujuannya tidak hanya memberikan informasi, tetapi juga menerima masukan langsung dari warga.
Menurutnya, keberhasilan program pemerintah tidak hanya bergantung pada konsep. Pelaksanaan di lapangan juga harus tepat dan sesuai kebutuhan masyarakat.
Oleh karena itu, ia berkomitmen untuk memperjuangkan setiap aspirasi yang disampaikan oleh warga desa. Dengan demikian, program pemerintah dapat berjalan lebih efektif dan tepat sasaran.
Selain itu, partisipasi masyarakat menjadi faktor penting dalam keberhasilan program. Dukungan dari warga akan mempercepat implementasi kebijakan di tingkat lokal.
Kesimpulan
Secara keseluruhan, program Koperasi Desa Merah Putih dan Makan Bergizi Gratis diharapkan mampu memperkuat ekonomi sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia.
Melalui koperasi, ekonomi desa dapat tumbuh secara mandiri. Sementara itu, program MBG berperan dalam membangun generasi yang sehat dan kompetitif.
Namun demikian, keberhasilan kedua program tersebut membutuhkan dukungan semua pihak. Pemerintah, masyarakat, dan sektor terkait harus bekerja sama secara sinergis.
Dengan langkah tersebut, Indonesia diharapkan mampu menghadapi tantangan global sekaligus membangun masa depan yang lebih baik.
baca juga: Polhukam kemarin dari residivis curanmor hingga ketahanan pangan di Lapas