Muzani Janji Aspirasi Warga Aceh Pascabencana ke Prabowo

Muzani Janji Aspirasi Warga Aceh Pascabencana ke Prabowo

catmera, Liputan6.com, Jakarta – Ketua MPR Ahmad Muzani mengunjungi Pesantren (Dayah) Mahyal Ulum di Aceh Besar, Selasa (10/2/2026).
Kunjungan tersebut dilakukan sebagai bentuk dukungan kepada ulama dan masyarakat pascabencana banjir.

Banjir besar melanda sejumlah wilayah Aceh pada akhir 2025.
Akibat bencana itu, berbagai infrastruktur rusak dan aktivitas ekonomi warga terganggu.
Selain itu, ribuan masyarakat terpaksa mengungsi karena rumah dan fasilitas umum terdampak.

Muzani mengatakan kehadiran MPR bertujuan memberikan semangat kepada masyarakat.
Menurutnya, musibah tersebut menjadi ujian berat bagi seluruh elemen Aceh.
Tidak hanya masyarakat umum, para tokoh agama juga merasakan dampaknya.

“Kedatangan kami untuk memberikan dukungan dan semangat atas musibah tersebut,” kata Muzani.
Ia menambahkan, MPR memahami beratnya cobaan yang dihadapi warga Aceh.

baca juga: OTT KPK di PN Depok Didukung Ketua MA, Integritas Dijaga

Aspirasi Pemulihan Aceh Disampaikan ke Presiden

Dalam kunjungan itu, MPR turut menyerap berbagai aspirasi masyarakat.
Aspirasi tersebut disampaikan langsung oleh ulama, tokoh masyarakat, dan kepala daerah.
Selanjutnya, seluruh masukan diteruskan kepada Presiden Prabowo Subianto.

Muzani menjelaskan, aspirasi utama berkaitan dengan kebutuhan dasar pengungsi.
Pertama, masyarakat meminta pembangunan hunian sementara.
Selain itu, perbaikan jalan nasional dan provinsi juga menjadi perhatian.

Pemulihan jaringan listrik ikut disampaikan dalam pertemuan tersebut.
Di sisi lain, distribusi gas elpiji 3 kilogram juga menjadi kebutuhan mendesak.
Seluruh aspirasi dinilai berpengaruh terhadap pemulihan kehidupan sehari-hari warga.

“Semua aspirasi itu kami sampaikan kepada Presiden sepulang dari Aceh,” ujar Muzani.
Oleh karena itu, ia memastikan pemerintah pusat memberikan respons serius.

Pemulihan Infrastruktur Mulai Direalisasikan

Muzani menyebut pemerintah mulai menindaklanjuti aspirasi masyarakat.
Saat ini, beberapa kebutuhan mendesak telah dipulihkan secara bertahap.
Dengan demikian, proses pemulihan mulai dirasakan oleh warga.

Menurut Muzani, langkah pemulihan dilakukan berdasarkan kondisi lapangan.
Pemerintah memprioritaskan wilayah dengan dampak paling parah.
Tujuannya agar pemulihan berjalan efektif dan tepat sasaran.

Namun demikian, pemerintah tidak mengabaikan daerah terdampak lainnya.
Sumatera Utara dan Sumatera Barat tetap menjadi bagian penanganan bencana.
Meski begitu, Aceh menjadi fokus utama karena tingkat kerusakan lebih besar.

Peran Ulama Jaga Optimisme Masyarakat

Selain pemulihan fisik, Muzani menyoroti peran ulama Aceh.
Ia menilai ulama berperan penting menjaga optimisme masyarakat pascabencana.
Pesantren dan dayah menjadi pusat penguatan mental serta spiritual warga.

Menurutnya, ulama terus menyampaikan pesan ketabahan kepada masyarakat.
Dengan pendekatan tersebut, warga mampu bertahan dalam situasi sulit.
Kepercayaan masyarakat terhadap pemimpin agama pun tetap terjaga.

“Kami berterima kasih kepada para ulama yang terus menyampaikan optimisme,” kata Muzani.
Berkat peran itu, masyarakat Aceh diyakini tetap memandang masa depan dengan harapan.

Pemerintah Petakan Wilayah Terdampak Bencana

Sementara itu, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian turut memberikan penjelasan.
Ia juga menjabat sebagai Ketua Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatera.

Tito menegaskan pentingnya peran tokoh agama dalam penanganan bencana.
Menurutnya, ulama berkontribusi besar dalam penguatan mental pengungsi.
Pendekatan spiritual dinilai melengkapi upaya pemulihan fisik.

“Mohon dukungan dan doa agar kami bisa menjalankan tugas kemanusiaan ini,” ujar Tito.

Ia menjelaskan pemerintah telah memetakan 52 wilayah terdampak bencana.
Wilayah tersebut tersebar di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Berdasarkan pemetaan itu, Aceh tercatat sebagai daerah dengan dampak paling signifikan.

Presiden Perintahkan Penanganan Cepat

Tito menyampaikan Presiden Prabowo Subianto langsung mengambil langkah cepat.
Sejak hari pertama bencana, Presiden memerintahkan kementerian, TNI, dan Polri bergerak.
Koordinasi lintas sektor kemudian dilakukan untuk mempercepat penanganan.

Sebagai Ketua Satgas, Tito langsung menggelar rapat intensif.
Rapat tersebut melibatkan kepala daerah dan pihak terkait.
Selain itu, pengecekan lapangan dilakukan untuk memastikan data sesuai kondisi nyata.

Lintas Kementerian Fokus Pemulihan Menyeluruh

Berdasarkan hasil pemetaan, pemerintah membagi tugas lintas kementerian.
Kementerian Pekerjaan Umum menangani perbaikan infrastruktur.
Sementara itu, Kementerian Kesehatan memastikan layanan rumah sakit tetap berjalan.

Di sektor ekonomi, Kementerian Perdagangan dan Kementerian UMKM bergerak bersama.
Pasar dan aktivitas usaha masyarakat mulai dihidupkan kembali.
Dengan langkah tersebut, pemulihan sosial ekonomi diharapkan berjalan lebih cepat.

Ke depan, pemerintah menargetkan pemulihan berlangsung berkelanjutan.
Sinergi antara pusat, daerah, dan tokoh agama akan terus diperkuat.
Kolaborasi tersebut diyakini menjadi kunci kebangkitan Aceh pascabencana.

baca juga: OPINI – Media Barat harus berhenti sembunyikan keterkaitan Epstein dengan Israel