Jakarta – catmera, Mayoritas masyarakat Indonesia menyatakan puas terhadap kinerja Presiden Prabowo Subianto pada awal 2026.
Hal tersebut berdasarkan hasil survei yang dilakukan Indikator Politik Indonesia pada Januari 2026.
Survei ini menunjukkan tingkat kepuasan publik mencapai 79,9 persen.
Survei dilakukan pada 15–21 Januari 2026 terhadap 1.220 responden.
Seluruh responden merupakan Warga Negara Indonesia berusia minimal 17 tahun.
Metode pengumpulan data menggunakan standar survei nasional dengan sebaran responden proporsional.
baca juga: Ketum Golkar Minta Kader Perkuat Persatuan di Dinamika Politik
Tingkat Kepuasan Publik Terhadap Prabowo Capai Hampir 80 Persen
Hasil survei mencatat sebanyak 79,9 persen responden merasa puas terhadap kinerja Presiden Prabowo.
Angka ini terdiri dari 13 persen responden yang menyatakan sangat puas.
Sebanyak 66,9 persen responden menyatakan puas.
Sementara itu, 17,1 persen responden mengaku kurang puas.
Sebanyak 2,2 persen responden menyatakan tidak puas sama sekali.
Adapun 0,8 persen responden tidak tahu atau tidak menjawab.
Temuan tersebut menunjukkan mayoritas publik berada pada spektrum kepuasan.
Kelompok yang menyatakan ketidakpuasan berada pada porsi minoritas.
Kondisi ini mencerminkan stabilitas persepsi publik terhadap pemerintahan.
Penilaian Indikator Politik terhadap Approval Rating Prabowo
Peneliti Utama Indikator Politik Indonesia, Burhanuddin Muhtadi, menilai tingkat kepuasan tersebut tergolong tinggi.
Ia menyebut angka tersebut cukup kuat untuk ukuran seorang presiden.
Terlebih, capaian ini diraih pada fase awal pemerintahan.
Burhanuddin menjelaskan bahwa tingkat kepuasan Prabowo relatif stabil.
Ia membandingkan hasil Januari 2026 dengan survei Januari 2025.
Menurutnya, tidak terdapat perbedaan signifikan dalam approval rating tersebut.
“Secara umum tidak terlalu berbeda dibanding Januari 2025,” ujar Burhanuddin.
Ia menyebut stabilitas ini menunjukkan konsistensi penerimaan publik.
Lebih Tinggi Dibanding Awal Pemerintahan Presiden Sebelumnya
Burhanuddin juga membandingkan capaian Prabowo dengan presiden sebelumnya.
Ia menyebut tingkat kepuasan Prabowo lebih tinggi dibanding awal pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.
Angka tersebut juga melampaui kepuasan publik terhadap Presiden Joko Widodo pada 2014.
Menurutnya, kondisi ini mencerminkan modal politik yang cukup kuat.
Prabowo dinilai memulai pemerintahan dengan tingkat legitimasi yang baik.
Faktor ini memberi ruang bagi pemerintah untuk menjalankan agenda kebijakan.
Efek Dukungan Politik dan Keberlanjutan Kepemimpinan Prabowo
Burhanuddin menilai tingginya kepuasan publik tidak lepas dari faktor politik.
Prabowo dinilai tidak hanya mengandalkan basis elektoral pribadinya.
Dukungan politik dari Presiden Joko Widodo turut memengaruhi persepsi publik.
“Approval rating Pak Prabowo lebih tinggi karena juga mendapat dukungan dari Pak Jokowi,” kata Burhanuddin.
Ia menilai kesinambungan kepemimpinan memberi rasa stabilitas bagi masyarakat.
Publik cenderung merespons positif kesinambungan arah kebijakan nasional.
Peran Pemilih Generasi Z dalam Menopang Kepuasan
Survei Indikator juga menyoroti peran pemilih Generasi Z.
Kelompok ini menjadi basis utama dukungan Prabowo pada Pilpres 2024.
Data exit poll Indikator mencatat 71 persen pemilih Gen Z memilih Prabowo.
Menurut Burhanuddin, basis pemilih tersebut masih konsisten hingga awal 2026.
Pemilih muda dinilai tidak banyak bergeser dari preferensi politiknya.
Hal ini tercermin dalam tingkat kepuasan terhadap kinerja presiden.
Meski demikian, ia menegaskan bahwa kepuasan publik tidak hanya berasal dari Gen Z.
Kelompok usia yang lebih tua juga menunjukkan tingkat kepuasan yang relatif tinggi.
Alasan Publik Merasa Puas terhadap Kinerja Presiden
Survei ini juga menggambarkan alasan utama kepuasan publik.
Sebanyak 17,5 persen responden puas karena upaya pemberantasan korupsi.
Isu ini masih menjadi perhatian utama masyarakat Indonesia.
Selain itu, 15,6 persen responden puas karena Presiden Prabowo dinilai sering memberikan bantuan.
Bantuan sosial dianggap berdampak langsung pada kehidupan masyarakat.
Program tersebut dinilai membantu menjaga kesejahteraan.
Sebanyak 11 persen responden puas karena menilai program kerja pemerintah baik.
Sementara 10,5 persen responden melihat adanya hasil kerja nyata.
Mereka menilai sejumlah kebijakan mulai menunjukkan dampak awal.
Tantangan Menjaga Kepuasan Publik ke Depan
Pengamat menilai tingkat kepuasan ini menjadi modal awal pemerintahan.
Namun, kepuasan publik bersifat dinamis dan dapat berubah.
Perkembangan ekonomi dan kebijakan publik akan memengaruhi persepsi masyarakat.
Pemerintah dihadapkan pada tantangan ekonomi global dan domestik.
Isu harga pangan, energi, dan lapangan kerja masih menjadi perhatian publik.
Konsistensi kebijakan dinilai penting untuk menjaga kepercayaan.
Burhanuddin menekankan pentingnya transparansi dan komunikasi publik.
Masyarakat membutuhkan informasi yang jelas dan akurat.
Keberlanjutan kinerja akan menjadi penentu dukungan ke depan.
baca juga: Kegiatan para pemimpin Partai dan Negara pada tanggal 8 Februari